Kata "kehidupan", sampai sekarang gw belum bisa mendefinisikan kata tersebut, karena menurut gw kehidupan itu susah ditebak, kita gak bakalan tahu apa yang akan terjadi, seberapa mulusnya rencana yang kita susun, kalau kehidupan tidak mengizinkan itu terjadi, maka semua akan musnah.
Sejak gw lahir, gw bukan anak yang memiliki segala-galanya, gw pernah hidup susah, berangkat dari 0 hingga sekarang, puji Tuhan..gw mensyukuri apa yang telah berubah sejauh ini dan gw gak mau balik untuk hidup susah. Bukan berarti gw "kacang lupa akan kulitnya", tetapi karena gw mengingat seperti apa kulit gw dulunya, gw selalu menanam prinsip : "Jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai (selalu berusaha), tetapi jangan lupa juga untuk mensyukurinya.".
Gw dulunya mungkin boleh dibilang bodoh, bodoh dalam arti terlalu gampang percaya terhadap orang lain. Namun, seiring berjalannya waktu, hal itu berubah menjadi sebaliknya, gw sekarang belajar untuk lebih berhati-hati terhadap siapapun, not that I don't want to put any trust on someone, tapi perubahan ini adalah refleksi dari perbuatan-perbuatan manusia di sekeliling gw sehingga membentuk kepribadian gw menjadi seperti ini. Gw tahu benar, mana orang yang "pantas" diperlakukan dengan baik dan mana yang tidak. Treat me well, I treat you well too, treat me bad, let's try me. :)
Seperti halnya yang dialami orang-orang, suatu transisi dari remaja menjadi seorang yang dewasa, memang agak susah untuk dijalani, dimana kita dituntut untuk menghadapi what I call the "real" world. Dimana kita merasa ingin sekali untuk memutar balikkan waktu, dimana kita merasa hidup ini gak adil, dimana kita merasa kehidupan kita yang dulu direnggut, dimana kita merasa banyak orang-orang "palsu" disekitar kita, and so on..
Terkadang gw mikir, sebenarnya balik lagi ke cara kita mengatasinya, cara kita memandang hal-hal ini..tapi tidak bisa dipungkiri, gak peduli seberapa kerasnya kita mencoba untuk berpikir positif, didalam hati yang paling dalam selalu ada perasaan yang berlawanan. Dan pada akhirnya semua hal ini secara tidak langsung sudah gw jalanin.
Impian gw untuk menjadi penyanyi profesional disamping menjadi seorang pengusaha sukses (prioritas), mungkin harus tertunda, mungkin tidak gampang untuk dicapai, tidak gampang terealisasikan, mengingat banyaknya orang-orang bermata merah di sekeliling gw, banyaknya orang yang ingin menjatuhkan gw, but out of all that, gw memegang prinsip dan berkeinginan, hidup gw yang sebagai Marihot Lim harus bisa berarti sesuatu untuk dunia. Yes, it sounds disgusting and you might be thinking I've been exaggerating here, but guess what? It will come true some day. Amen! :)

0 comments:
Post a Comment